Day 157: Rekan Kerja Terlalu Inisiatif? Hadapi Dengan Cara Ini.

Atasan bukan, saudara juga bukan. Tapi, kenapa ya, ia seneng banget mengambil alih tugas kita. Ia juga suka mengatur dengan nada bicara yang nggak enak. Awalnya sih suka-suka aja karena ada yang bisa diandalkan. Lama-kelamaan nyebelin karena bikin urusan jadi repot dan berantakan. Bahkan, bisa jadi timbul kesalahpahaman di antara sesama rekan kerja. Lalu, gimana caranya menghadapi orang-orang semacam ini?

  • Abaikan Saja

Cara pertama yang paling gampang adalah mengabaikan. Biarkan ia melakukan tugas atau pekerjaan itu. Toh, itu artinya pekerjaan Anda akan berkurang. Hanya saja, pastikan Anda mengantisipasi efek yang mungkin akan terjadi, misalnya perubahan kualitas, tabrakan kepentingan dengan rekan kerja lain, dan sebagainya. Lihatlah dari sudut pandang yang positif dan menguntungkan. Dengan begitu, Anda akan lebih sabar meskipun tindakannya tersebut melewati alur kerja yang sesungguhnya.

  • Sepakati Alur Kerja Ideal

Jika hal itu terjadi berulang kali, tentu bukan perkara mudah. Apalagi jika efek samping mulai mengganggu dan justru menambah beban pekerjaan. Tanpa membuatnya tersinggung dan kecewa, bicarakan alur kerja yang sebaiknya dipatuhi oleh rekan satu tim. Sepakati hal itu sehingga masing-masing mengetahui tugasnya. Jika ia mau membantu, sepakati tata caranya sehingga tidak ada yang merasa dirugikan atau dimanfaatkan.

  • Tegur Dengan Baik

Wah, ternyata kesepakatan bersama nggak mempan juga. Ajaklah ia untuk berbincang dengan serius tapi santai. Jika memungkinkan, lakukan pada saat senggang ketika beban pekerjaan nggak banyak. Berbicara dari hati akan membuat seseorang lebih mudah menerima masukan. Tekankan bahwa sikap dan tindakannya itu baik dan membantu, hanya saja perlu diatur. Pastikan ia juga menyadari kerepotan yang Anda hadapi jika tindakan tersebut terus dilanjutkan.

  • Gali Motivasi

Ada banyak alasan orang menjadi over inisiatif. Pertama, kebiasaan. Ia memang terbiasa mengatur dan membantu orang lain. Jadi, meskipun bukan pekerjaannya, ia terbiasa mengambil alih. Kedua, ingin dipuji. Orang-orang seperti ini biasanya para pencari muka. Mereka bersedia melakukan banyak hal (bahkan di luar tugasnya) karena ingin dilihat dan dipuji orang lain. Mereka nggak memberi kesempatan kepada rekannya untuk berkarya dan berusaha. Ketiga, memang ada ketimpangan dalam tim. Bisa jadi, ia berinisiatif melakukan sesuatu karena Anda nggak melakukannya dengan baik. Evaluasi diri sendiri dan mintalah atasan untuk memberi masukan.

  • Diskusikan dengan Atasan

Langkah terakhir yang bisa Anda lakukan adalah berbicara dengan atasan. Ingat, tujuan Anda bukan untuk mengadukan rekan tersebut. Tujuan Anda adalah memastikan pekerjaan yang menjadi tanggung jawab Anda bisa terlaksana dengan baik. Oleh karena itu, Anda perlu membeberkan masalah-masalah yang Anda hadapi termasuk rekan kerja yang terlalu inisiatif. Berikan bukti-bukti yang mendukung sehingga Anda tidak disebut omong doang. Tanyakan kepada atasan apa tindakan yang sebaiknya dilakukan. Mudah-mudahan dengan saran dan dukungan dari atasan, pekerjaan menjadi lancar kembali.

Iklan