Cahaya

IMG_20130208_180928

Ini adalah foto yang saya ambil di Ayam Goreng Ninit, Terban. Saya suka lampunya yang bernuansa kuno. Maklum, warung makan ini sudah ada sejak 1984. Jadul banget, kan? Isinya sih biasa, masakan khas Jawa gitu. Tapi menjelang malam, warung dengan kursi dan meja yang panjang berwarna coklat tua ini diganti dengan menu a la kafe. Ada berjenis-jenis kopi arabica dari berbagai daerah, ada juga kopi bakar (?) dan macam-macam makanan kecil lain.

Iklan

Tontonan Januari

  1. Stolen (2012)
  2. Wish You Were Here (2012)
  3. J. Edgar (2011)
  4. Premium Rush (2012)
  5. Resident Evil 5 (2012)
  6. Arthur Christmas (2012)
  7. Valentine’s Days (2010)
  8. The Watch (2012)
  9. Ice Age 4 (2012)
  10. Habibie dan Ainun (2013)
  11. Sang Penari (2011)
  12. Dinner for Schmucks (2010)
  13. Courageous (2011)
  14. Skyfall (2012)
  15. Fast Girls (2012)
  16. The Millionare Tour (2012)
  17. Hope Springs (2012)
  18. Paris Manhattan (2012)
  19. One in the Chamber (2012)
  20. Step Up Revolution (2012)
  21. Jack and Diane (2012)
  22. Street Dance 2 (2012)
  23. The Impossible (2012)
  24. Lonely Hearts (2012)
  25. Jack Irish (2012)
  26. Looper (2012)
  27. Outpost Black Sun (2012)
  28. Cold Light Day (2012)
  29. Naked Harbour (2012)
  30. Where The Trail Ends (2012)

The 27th

Thank u God. Akhirnya saya berada di usia segini. Banyak hal telah terjadi dan terlewati. Banyak pengalaman dan kesempatan yang baik. Juga banyak yang terbuang.

I have a dream. Sesuatu yang besar. Saya yakin, tidak ada yang bisa menahan orang yang benar benar menginginkan sesuatu.

Where The Trail Ends, 2012

Secara singkat, ini adalah dokumenter tentang para free biker. Mereka mencari jalur yang susah dan menantang. Mulanya, mereka berasal dari Virgin, Utah, dimana landscape daerah itu sangat cocok dijadikan tempat bersepeda untuk profesional.

Lalu mereka mencoba jalur lain yang berbeda. Salah satunya ke puncak tertinggi di dunia, Nepal. Sekumpulan anak muda ini berusaha mencari sensasi yang lain.

Dokumenter ini benar-benar digarap serius. Kualitas gambar dan angle pengambilan juga oke dan beragam. Kayaknya kalau mau buat iklan yang sesuai, bisa tuh ambil dari sana. Apa udah? Ohya, dan soundtracknya keren. Benar-benar bikin hidup. Pas.

Catatan lain, dokumenter ini bukan sekadar coba-coba berjalan ke sana kemari tapi saya melihatnya, mereka sedang menjalani hidup. They have freedom. Mereka tidak membiarkan pengalaman rasa sakit membelenggu aktivitas mereka.

Kalau ada film yang saya tonton ulang sesaat setelah selesai, ini salah satunya. Nice work.

Sore Tadi

image

#Langit sore tadi. Cerah banget. Hari ini cerah banget. Nyaman rasanya. Apakah besok akan secerah ini?

Hari ini pusing rasanya kebanyakan liat layar. Rasanya pengen istirahat di tempat yang hijau dan segar. Tapi tanggal segini itu ga mungkin…

Mari menikmati.

Tentang Raffi

Saya jarang nonton televisi apalagi berita gosip. Pertama kali tahu soal Raffi Ahmad yang diduga terlibat narkoba adalah di timeline fb saya. Hari ini, saya juga membaca sekilas di situs berita. Tidak ketinggalan, teman kantor juga ikut membahas hehe.

Sejauh ini, belum ada keputusan dari aparat berwenang mengenai status Raffi. Orang-orang yang dekat dan kenal padanya (juga beberapa artis lainnya), merasa tidak percaya. Berita terbaru, ditemukan dua linting ganja dan kapsul obat dalam botol. Dari komentar orang-orang di situs berita tersebut, kentara sekali banyak yang “bersyukur”. Setelah perpisahannya dengan Yuni Shara, Raffi cenderung dipandang negatif oleh publik. Entah kenapa juga..

Saya sih, nggak kenal-kenal amat dengan Raffi ini. Saya jarang nonton sinetron, jadi nggak tahu sebenarnya apa pengaruh Raffi ke publik (dari sisi potensinya) sehingga setiap berita yang terkait dirinya mampu memancing rasa penasaran banyak orang. Tetapi terlepas siapa dia, benar atau tidaknya dugaan tersebut, sebelum putusan dijatuhkan, ada baiknya publik tetap mempertimbangkan praduga tak bersalah. Artinya, semua orang memiliki sisi baiknya masing-masing. Bukan karena dia artis, putus dengan Yuni Shara, lantas wajar dilabeli negatif.

Bahasan lain yang mengaitkan aparat yang berwenang dengan tuduhan tidak berdasar seperti kasus suap, adalah perspektif baru. Mungkin juga, tetapi sekali lagi, sebelum bukti tidak ada, tidak bijak rasanya bila langsung menuduh. Bagaimanapun, tanpa keputusan pengadilan, atau hukuman di balik penjara, semua orang bermata jernih bisa melihat mana yang baik dan yang tidak.

Looper, 2012

Ini adalah salah satu film yg berkisah tentang masa depan. Diceritakan, puluhan tahun ke depan, mesin waktu benar2 ada dan hanya digunakan oleh orang2 tertentu di masa itu untuk membereskan kejahatan.

Looper adalah profesi pembunuh bayaran yang bertugas membunuh seseorang yang dikirim dari masa depan. Joe adalah salah seorang looper yang akhirnya ditugasi untuk menutup loop-nya alias membunuh dirinya sendiri setelah menjalani 30 tahun. Namun ia membiarkan targetnya kabur. Hal inilah yang memicu konflik.

Film ini juga mengangkat isu penting yaitu bagaimana kejahatan terus berulang. Orang-orang membunuh dan menyakiti sesamanya karena dendam dan keegoisan masing-masing. Dendam terbentuk secara tidak sengaja oleh luka yang ditorehkan orang lain sebelumnya. Generasi polos tumbuh menjadi orang yang mengacaukan lingkungannya.

Mungkin waktunya untuk berkaca dan memperbaiki lingkaran yang sudah terjadi sekian lama. Harus ada yang memulai seperti yang dilakukan Joe yaitu mengubah keadaan. Joe melakukannya dengan membunuh dirinya sendiri sehingga Joe tua tidak perlu menciptakan kekacauan yang baru.

Di film ini, selain akting Bruce Willis dan Joseph Gordon Levitt, anak kecil yang memerankan Sid juga patut mendapat acungan jempol.