[PART 2] 9 Tips Sederhana Menghemat Pengeluaran Rumah Tangga

Photo by me

Untuk melanjutkan tulisan sebelumnya, kali ini saya akan menulis 9 tips yang bisa dilakukan di rumah tangga untuk menghemat pengeluaran.

Pada dasarnya, tips-tips ini sangat sederhana dan mudah. Bahkan, sering diabaikan saking sepelenya. Padahal, jika dipraktikkan, saya rasa akan berpengaruh cukup besar dalam menghemat pengeluaran rumah tangga.
Nah, berikut daftarnya:

1.Matikan alat-alat yang berhubungan dengan listrik jika tidak digunakan

Jika kamar mandi sedang tidak digunakan, jangan biarkan lampu tetap menyala. Begitu pula di kamar-kamar lainnya. Cabut charger jika tidak terhubung dengan gadget. Matikan rice cooker jika nasi sudah matang.

2.Gunakan segala sesuatu dengan hemat

Hemat bukan berarti harus menyiksa diri. Itu prinsip saya. Namun, dari pengalaman selama ini, ada beberapa hal masih mungkin untuk dihemat. Contoh: tisu, tisu basah, air, gas, dan sebagainya.

3.Cari barang substitusi yang harganya lebih terjangkau dengan kualitas yang hampir sama

Ini berlaku untuk hampir semua barang kebutuhan rumah tangga. Seperti diketahui, ada banyak pilihan merek dengan harga yang berbeda-beda.

Soal kualitas bagaimana? Ada yang tidak terlalu beda jauh, kok. Bahkan, ada yang harganya murah dan kualitasnya tetap memuaskan. Contohnya pospak.

Jadi, pertimbangkanlah hal ini dengan baik supaya penghematan tidak mengubah kenyamanan kita.

4.Jadwalkan kegiatan belanja dengan teratur

Sadar nggak sih kalau setiap belanja kadang-kadang ada beberapa barang yang “ikut” terbeli tanpa direncanakan. Memang begitu faktanya (berdasarkan pengalaman). Kadang-kadang, keranjang belanja berisi ini itu yang kecil-kecil dan sampai di kasir jumlahnya lumayan wow.

Solusinya, jadwalkan acara belanja secara teratur. Siapkan bujet yang sudah disediakan, dan belilah barang-barang yang sudah direncanakan. Mudah, bukan?

5.Kurangi jajan di luar

Saya penyuka jajan di luar. Bagi saya, ini semacam cara untuk merelakskan diri setelah seharian bekerja. Contoh jajan bermacam-macam ya, mulai dari es krim, martabak, donut kentang, gorengan, siomay, dsb.

Intinya, sesuatu yang berfungsi hanya untuk mengganjal perut atau “karena kepengen aja”. Sebenarnya, bukan tidak boleh, tetapi dikurangi. Jika sebelumnya tiap hari, menjadi tiga hari sekali atau bahkan sekali seminggu.

6.Beli stok barang sesuai kebutuhan

Nah, ini sebenarnya agak rumit dan mungkin ada yang berbeda pendapat dengan saya. Namun, menurut pengalaman, menyetok barang terlalu banyak bisa jadi malah mubazir. Ini bukan hanya berlaku untuk kebutuhan dapur, tetapi semuanya.

Contoh sederhana, kami pernah membeli pospak sampai beberapa bungkus hanya karena tergiur diskon. Padahal, ukuran badan W sudah bertambah besar. Otomatis pospak tersebut tidak (nyaman) lagi digunakan. Pernah juga beli camilan kesukaannya dalam jumlah banyak. Ehh, ternyata besoknya udah nggak mau. Hadeuhh.

Jadi, membeli sesuatu karena diskon itu boleh-boleh saja. Tapiii.. jangan berlebihan, yaa! Bukan hanya persoalan mubazir, kita jadinya akan tergoda untuk mengambil bujet pos pengeluaran lain demi menutupi ini atau bahkan membobol tabungan. Lalu, semuanya jadi kacau.

7.Diskusikan bersama kebutuhan bulanan

Ini penting banget sodara-sodara. Kebiasaan ini dulu pernah saya lakukan, tapi seiring waktu, tidak dilakukan lagi. Akibatnya, uang keluar begitu saja tanpa perencanaan. Nah, mumpung di awal bulan, sediakan waktu untuk ngobrol bersama (sambil minum teh, mungkin), lalu berdiskusilah dengan kepala dingin.

Pengalaman saya, jika kita berdiskusi di waktu yang tepat, obrolan akan lancar. Kita akan lebih mudah menerima pendapat orang lain. Begitu pula saat mendiskusikan pengeluaran. Bukan tidak mungkin terjadi ketegangan karena yang satu nggak setuju dengan rencana yang lain. Jadinya malah runyam.

Kalau sudah disepakati bersama, jangan lupa dicatat ya. Sebagai pengingat.

8.Jangan impulsif

Ini kebiasaan saya banget. Intinya adalah ingat kembali rencana yang pernah disepakati. Seringkali, karena dorongan mendadak, saya dengan mudahnya mengeluarkan uang untuk hal-hal yang sebenarnya bisa ditunda.

Kenali apa saja dorongan tersebut, misalnya anak sakit. Pengennya, beli obat ini itu supaya cepat sembuh. Padahal, dokter menyarankan satu jenis saja. Kalau ini sih banyak berkaitan dengan kebutuhan anak.

Jadi, harus dikurangi sikap impulsifnya, ya!

9.Bijak menggunakan internet

Saya setiap hari membutuhkan internet. Mulai dari mengecek media sosial hingga mencari bahan tulisan. Pokoknya, internet adalah hal penting bagi saya. Karena masih menggunakan paket internet (bukan unlimited), kadang-kadang penggunaannya sesukanya. Padahal, harganya tidak murah. Hiks.

Solusinya: membatasi penggunaan internet untuk hal-hal yang benar-benar penting, membatasi intensitas mengecek gadget, dan mencari provider yang menawarkan paket murah sekaligus terjangkau.

Nah, itulah 9 trik yang akan coba saya lakukan selama project ini berlangsung. Bagaimana dengan kamu, apakah punya tips lain?

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s