Nyesel, Kenal Uri-Cran Kok Baru Sekarang…

Produk Uri-cran
Sumber gambar: screenshot dari uricran.co.id

Seorang teman pernah bilang begini, “Ternyata, menjadi wanita itu ribet banget yaa..” Pernyataan ini tiba-tiba ia lontarkan setelah mendengar kabar banyak wanita yang meninggal karena diserang penyakit mematikan, seperti kanker serviks, kanker payudara, dan sebagainya.

Ia juga kenal beberapa orang yang masih bergumul mati-matian untuk pulih dari penyakit-penyakit tersebut. Banyak di antara mereka–meskipun sudah dinyatakan sehat–tidak se-strong sebelumnya.. Jadi, pernyataannya bisa dibilang ada benarnya juga.

Namun, jangankan penyakit mematikan seperti itu, pada keseharian saja juga banyak wanita yang mengeluh karena kesehatannya. Contoh sederhana, menderita rasa kram yang berlebihan pada saat haid. Atau tulang yang terasa mulai ringkih akibat kekurangan kalsium. Termasuk dalam hal ini, anyang-anyangan.

Pernah nggak kamu mengalami anyanganyangan? Kalau ada yang belum tahu, anyang-anyangan adalah sebuah kondisi di mana kita sudah BAK (buang air kecil) tapi terasa belum selesai. Kayak masih ada yang tertinggal, tetapi sebenarnya udah nggak ada. Anehnya, selang beberapa waktu kemudian, rasa pengen BAK muncul lagi… Kan, kzl!

Saya beberapa kali mengalami ini, sodara-sodara! Dan, tentunya sangat tidak nyaman. Apalagi karena setiap hari saya harus beraktivitas di luar rumah alias di kantor. Sebagai pekerja 9 to 5, kondisi ini sungguh mengganggu. Beneran.

Karena tampaknya bukan penyakit “parah”–dan dasarnya saya memang males ke dokter (jangan ditiru, ya!)–saya biarin saja deh hal itu berulang beberapa kali. Padahal ya, anyang-anyangan adalah pertanda tidak baik karena bisa jadi merupakan gejala Infeksi Saluran Kemih. Duh, kalau namanya udah infeksi, apa nggak bikin gemetar, bukibuk?

Sebenarnya, apa sih penyebab anyanganyangan? Saat saya hamil, saya juga mengalami anyang-anyangan, tepatnya di trimester ketiga kehamilan. Menurut yang saya baca, ini wajar karena kandungan makin membesar sehingga menekan kandung kemih. Ibaratnya, tempat penampungan urine makin sempit sehingga ibu pun harus bolak-balik ke kamar mandi.

Yang perlu diwaspadai adalah ketika anyang-anyangan terjadi sebelum itu atau bahkan saat tidak hamil. Apalagi jika ditambah dengan rasa sakit buang air kecil. Wah, itu berarti gejala ISK sudah semakin jelas. Sebaiknya, perlu dilakukan tes urine.

[Sebenarnya, penyebab sakit saat buang air kecil adalah akibat infeksi tersebut. Kalau sudah sampai pada tahap ini, selain tidak nyaman, juga berbahaya bagi kesehatan kita.]

Tes urine sebenarnya sederhana, kok. Kita hanya perlu menyerahkan sampel urine untuk diperiksa di lab. Hasilnya juga cepat dan biayanya murah. Jadi, nggak perlu takut seandainya dokter menyarankan untuk melakukan tes urine untuk memastikan apakah benar kita mengalami ISK.

Namun, lagi-lagi karena keras kepala dan kadang-kadang menyepelekan sesuatu, saya justru mengambil tindakan yang sangat tidak tepat. Cara mengatasi anyanganyangan yang SALAH yang saya lakukan (sekali lagi, bukan untuk ditiru!) justru adalah:

  • Menggunakan pantyliner. Okelah, ini bisa membuat saya lebih nyaman pada saat harus ngantor. Saya hanya perlu menyediakan stok yang banyak untuk ganti sesering mungkin. Tapiii… sejauh mana kondisi ini bisa bertahan? Bukankah itu berarti saya hanya mengatasi akibatnya, tetapi bukan sumbernya? Kan lucu kalau berharap sembuh.
  • Mengurangi minum. Ya, ampun, kalau dipikir-pikir lagi, ini keputusan paling buruk yang pernah saya buat. Jadi, logikanya, karena nggak mau bolak-balik ke toilet untuk BAK,¬† saya merasa lebih baik jika mengurangi minum sekalian. Apalagi pada malam hari ketika saya butuh istirahat yang berkualitas. Maksudnya untuk mengurangi frekuensi BAK, eh ternyata malah menyebabkan dehidrasi. Ginjal juga jadi terkena dampaknya. Hmmm..

Lalu, saya pun mendengar sebuah solusi jitu, yaitu Prive Uri-cran. Berbahan dasar tanaman, yaitu ekstrak cranberry, suplemen ini disebut bisa membantu memelihara kesehatan saluran kemih. Ada 2 jenis yang tersedia, yaitu kapsul dengan dosis minum 1-2 kapsul per hari. Ada pula Prive Uri-cran Plus berupa powder sachet dan diminum 1-2 sachet per hari.

Ekstrak cranberry yang mengandung proantocyanidin ini bisa menangkap bakteri e.coli yang awalnya hendak menempel di dinding saluran kemih dan menyebabkan infeksi. Jadi, dengan rutin meminum Prive Uri-cran, anyang-anyangan bisa dicegah deh hehehe.

Ah, seandajnya dari dulu saya sudah mengenal Uri-cran, mungkin saya nggak perlu melakukan hal yang kurang bijak dan tidak baik untuk kesehatan ini. Saya juga bisa mengatasi susah buang air kecil dengan cara yang lebih mudah, praktis, sekaligus alami..

Maafkan saya, tubuh! Sekarang, saya mau deh nyobain Uri-cran supaya terhindar dari anyang-anyangan dan kesehatan tetap terjaga. Kamu juga, ya.

Kita Perlu Kue Ulang Tahun?

Rabu, 14 Juni 2017, W ulang tahun. Momen ini saya tunggu sejak lama. Bukan mau apa-apa sih, cuma karena baru pertama kali saja.

Dari pagi, emaknya ini udah baper nggak karuan. Saya bangun pagi-pagi banget, antara lain karena tidurnya kecepetan. Lalu, memandang wajah anak lanang yang masih lelap di tengah kegelapan. Damai rasanya.

Nah, hari itu sebenarnya berlangsung biasa sih. Kami hanya mengucap syukur dan berbagi sedikit dengan guru-guru W di sekolah. Nggak ada roti, nggak ada lilin yang ditiup. Saya udah cukup bahagia karena W sembuh dari demam berhari-hari.

Namun, saat pulang, si ayah mampir BreadTalk. Ternyata… dia mau beliin kue ultah buat W, yang bentuknya Angry Birds. Astagaaa… Haha. Emaknya yang berpikir fungsional menolak. Ah, si dede kan belum bisa makan roti begituan. Beli yang lain aja, bolu kek, atau yang lembut-lembut.

Wkwkwkwk…

Habis itu jadi nyesel sih saya melarangnya. Padahal, niatnya mungkin pengen ngerayain ultah pertama anak lanang. Biar sepesial dikit.

Nah, kalau saya prinsipnya beda. Nggak mau mainstream. Udah biasalah pake kue buat ngerayain ultah. Justru.. kalau nggak dirayain malah membanggakan (buat saya). Dan saya pengen kelak W juga nggak selalu berharap ultahnya dirayain, dapat kado macem-macem. Karena memang bukan itu intinya. Saya pengen dia bersyukur aja dengan sederhana setiap tanggal ultahnya.

Sesederhana itu pertentangan kemarin. Tapi, saya jadi berpikir juga. Besok-besok, mesti akan banyak pertentangan lain dalam merawat W. Boleh ini atau boleh itu. Perlu ini atau perlu itu. Ikut prinsip siapa? Semoga selalu ada jalan tengah dimana kami bisa menyelaraskannya. Semoga selalu ada yang mau mengalah di antaranya keduanya.

NB: W sekarang sudah bisa bilang, “Cicak”, “Kereta”, dan “Topi”. Dia juga bisa niruin suara tekek. Hahaha.