[Resensi Buku] Somewhere Called Home – Dhamala Shobita

Dila dan Lila. Mereka adalah dua perempuan yang bersaudara. Dila tampaknya sangat senang dengan air (laut) sementara Lila tidak. Keduanya berbeda.

Lalu, ada Ben. Awalnya ia membenci air. Tapi, karena dipaksa oleh Dad, yang merupakan ayah kandungnya dan kekasih ibunya – tapi bukan suami sah ibunya – Ben pun menjadi bersahabat dengan laut.

Ben dan Lila bertemu di Mentawai. Saat itu, Ben sedang menikmati ombak tinggi sambil mencari kesempatan umtuk berselancar. Lila sering datang menemui Ben sehingga akhirnya mereka menjadi teman ngobrol. Di sinilah Lila menceritakan hal yang mengganjal di hatinya yaitu tentang kakaknya, Dila.

Dila dan ayahnya ternyata sudah lama pergi dari kehidupan Lila dan ibunya. Kedua bersaudara ini harus rela berpisah karena orangtua mereka tidak lagi akur. Dila ikut ayah, sedangkan Lila ikut ibu. Selama itu, hanya ada satu dua kabar dari Dila dan Lila merasa rindu banget dengan saudara perempuannya itu.

Tujuan Lila adalah mencari keberadaan Dila supaya bisa bertemu kembali. Sayangnya, hal itu tidak mudah. Dari surat-surat yang dikirimkan Dila, Lila mencoba menapak tilas perjalanan kakaknya tersebut. Mulai dari Bono, Pulau Rinca, dan Tomohon. Lila menulis semua pengalaman mencari kakaknya itu dalam beberapa buah jurnal.

Suatu hari, Lila meninggal. Oleh ibu Lila, Ben diberikan jurnal-jurnal tersebut untuk mencoba ulang mencari Dila. Ben pun mulai berangkat dan menapak tilas ulang perjalanan Lila mencari Dila. Lucu dan unik juga ya kisah ini. Petualangan yang sama diulang dua kali. Itulah yang dilakukan Lila lalu Ben.

Nah, dalam petualangan Ben, ia bertemu dengan seorang gadis secara kebetulan dalam berbagai kesempatan. Namanya Ris. Ris ini mengingatkan Ben pada sosok Lila. Siapakah Ris? Pada akhir kisah, akan ada penjelasan lengkap. Ben tidak tahu. Tapi, pembaca -saya- udah bisa nebak. Kenapa Ben tidak tahu? Mungkin dia memang kurang jeli atau sibuk dengan masalahnya sendiri.

Ya, Ben memang punya masalah pribadi juga. Keluarganya nggak harmonis. Bisa dibilang, keluarganya agak aneh. Ia adalah anak tidak sah ibunya dari seorang laki-laki asing. Ia sering minggat dari rumah karena tidak menemukan suasana seperti layaknya keluarga sesungguhnya. Pelampiasannya adalah berselancar di pantai-pantai berombak besar di Indonesia.

Kisah ini bisa digolongkan travel story. Kita akan menemukan berbagai hal menarik dari kebiasaan masyarakat setempat di pinggiran pantai. Kita disuguhi dengan keindahan sunrise. Kita menjadi ikut bertualang bersama Ben dan Lila.

Namun, kisah ini juga secara tidak langsung ingin menyadarkan pembaca betapa berdampaknya ketidakharmonisan dalam keluarga terhadap masa depan anak-anak. Yang paling terluka dari perceraian orangtua adalah anak-anak. Mereka menjadi trauma dan tidak bahagia. Mereka melarikan diri dari tempat yang harusnya menjadi rumah.

Kisah ini berakhir bahagia. Ben akhirnya menemukan banyak hal baru dari petualangannya. Ia juga menemukan rumahnya kembali.

Iklan