[10 Film Indonesia] 4 – Janji Joni (2005)

Film keempat: Janji Joni.

Butuh waktu cukup lama bagi saya menyelesaikan film ini. Menurut saya, ceritanya kurang menarik. Ide yang diusung sih keren: bagaimana supaya kita menikmati dan mencintai pekerjaan. Bukan terpatok pada uang segala.

Contohnya si Joni yang berprofesi sebagai pengantar film. Ceritanya, zaman dulu film itu harus diantar dari satu bioskop ke bioskop lain. Itu pun nggak bisa full episode, hanya sebagian karena harus bergiliran. Jadi, tugas Joni adalah memastikan film nggak putus di tengah-tengah karena ia terlambat tiba di tempat pemutaran.

Agak nggak praktis juga ya sistem kayak gitu. Beda banget dengan sekarang. Tinggal copy paste file. Alahh.

Suatu hari, Joni melihat seorang gadis cantik yang menonton film bersama pacarnya yang temperamental dan perfeksionis. Mereka bertemu dan saat hendak mengetahui siapa namanya, si cewek hanya meminta Joni untuk memastikan film yang akan mereka tonton tidak putus. Setelah itu, Joni bisa tahu siapa namanya.

Joni pun berjanji untuk mengantar film dengan tepat waktu sama seperti yang selama ini ia lakukan.

Apa daya, dalam perjalanan, Joni menemui banyak banget hambatan. Mulai dari motornya dicuri, tasnya dicuri, harus menggantikan orang (sebagai figuran dan pemain drum), dan sebagainya. Keseluruhan isi film adalah seputar bagaimana Joni mengalami banyak masalah sebelum tiba di bioskop.

Rasa-rasanya kok nggak masuk akal karena waktu yang terbuang sangat banyak. Dan ternyata Joni disebutkan hanya terlambat beberapa menit saja.

Tapi, dari film ini, ada beberapa hal yang cukup menarik:

Pertama, tentang pekerjaan sebagai sesuatu yang disukai. Meskipun hanya sebagai pengantar film, Joni cukup berdedikasi. Ia benar-benar memegang profesionalitasnya. Saat gagal untuk pertama kalinya melaksanakan tugasnya, ia terlihat sangat sedih. Track record-nya dirasa tercoreng.

Kedua, ada ambiguitas dimana kita bertanya-tanya apakah Joni sebenarnya ingin mengantar film tepat waktu karena bertemu gadis cantik atau lebih kepada komitmennya terhadap pekerjaan? Agak blur di bagian ini karena kalau alasannya hanya karena si gadis cantik bernama Angelic, rasanya terlalu rapuh. Tapi, tampaknya bukan itu, mendengar dari apa yang dikeluhkan Joni pada saat tiba di bioskop.

Joni diperankan oleh Nicholas Saputra yang mana aktingnya menurut saya pas-pasan. Kalimat-kalimat tanggung dengan nada yang mengambang. Agak aneh. Saya jadi mikir kenapa ya dulu sempat nge-fans sama cowok satu ini. Di film ini pun bertabur banyak bintang, seperti Rachel Maryam, Mariana Renata, dan sebagainya. Namun, kehadiran mereka sepertinya nggak berdampak pada film secara keseluruhan.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s