[Pregnancy] Minggu 26 – Memilih Baju Hamil

Salah satu hal yang berubah saat wanita sedang hamil adalah ukuran tubuh. Biasanya menggunakan pakaian ukuran M hingga L masih oke-oke aja. Sekarang.. semua pakaian mendadak mengecil. Apalagi kalau bukan karena perut yang semakin membesar dan badan yang semakin menggendut.

Nah, untuk kostum sehari-hari di rumah sebenarnya nggak terlalu bermasalah. Kita bisa memilih daster yang longgar atau celana pendek serta kaos yang mudah melar. Yang penting enak dipakai. Bagaimana jika kita adalah seorang pekerja yang harus (sedikit) memperhatikan penampilan supaya nggak terlalu terlihat asal-asalan dalam berpakaian.

Sebenarnya ada beberapa pilihan bagi ibu hamil pekerja:

  • Menggunakan dress hamil alias daster dengan model yang sedikit formal. Maksudnya, yang agak enak dilihatlah. Hehe. Jangan juga memilih daster yang bulukan dan kelihatan banget gaya rumahannya. Yang ini sih saya nggak punya. Pertama, karena setiap hari saya dibonceng naik motor jadi agak ribet rasanya kalau harus duduk menyamping. Kedua, saya belum dapat yang cocok. Ketiga, sepertinya daster bukan style favorit saya. Meskipunnn.. tak bisa diingkari bahwa memakai daster pada masa kehamilan (apalagi trimester terakhir) adalah kenyamanan yang sungguh-sungguh. Nggak ada tuh rasa ketat di bagian perut.
  • Menggunakan celana hamil. Nah, bagi yang ingin aktivitasnya tetap praktis, celana hamil adalah pilihan unggulan. Saat ini, ada beragam jenis celana hamil yang bisa dipilih. Mulai dari yang pakai karet sehingga bisa disesuaikan dengan besar perut hingga yang memang sudah dirancang dengan baik dimana bagian celana terbuat dari kaos. Jadi, melarnya gampang.
  • Untuk atasan, kemeja-kemeja press body tentu sudah habis masa berlakunya. Untungnya, beberapa baju saya agak longgar sehingga masih bisa digunakan meskipun usia kandungan sudah mencapai 6 bulan. Pilihan lain adalah membeli pakaian dengan ukuran yang lebih besar (XL). Bisa juga dengan mencari kaos yang berukuran agak besar dan nyaman dipakai. Nyaman dalam hal ini adalah bahannya nyerap keringat dan lengannya pendek. Hehehe, maklum, ibu hamil kan suka kegerahan. Nah, agar tak terkesan biasa, kaos bisa dipadupadankan dengan baju luaran yang juga longgar. Memang agak ribet sih harus pakai baju two pieces. Tapi, sesekali nggak apa-apa dong ya. Meskipun hamil, tetap juga pengen terlihat modis 🙂

Ada beberapa tips yang perlu diperhatikan:

Tips pertama: idealnya mulai hunting pakaian sejak usia kandungan di trimester kedua. Saat trimester pertama kan belum butuh-butuh amat. Lagipula, kita masih berkutat dengan morning sickness. Nah pas trimester kedua, rasanya akan lebih nyaman untuk bepergian. Jangan menunggu hingga baju-baju sudah nggak muat karena bisa jadi pada saat itu kitalah yang nggak sanggup berjalan jauh-jauh karena hamil tua.

Tips kedua: pilihlah pakaian yang kira-kira masih bisa digunakan saat sudah melahirkan (tidak hamil lagi). Artinya baju/celana tersebut sifatnya fleksibel, bisa menjadi pakaian kerja sehari-hari. Misalnya celana panjang yang menggunakan karet untuk memperbesar atau memperkecil ukuran. Lumayan kan, setelah hamil, pakaian-pakaian tersebut nggak hanya teronggok di lemari, tetapi masih bisa dikenakan.

Tips ketiga: jangan hanya karena pengen terlihat gaul, jadi nggak peduli dengan kenyamanan. Artinya, kita harus mempertimbangkan kenyamanan si kecil di dalam rahim. Kasihan jika harus terimpit hanya karena pakaian yang kita kenakan tidak sesuai dengan ukuran tubuh.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s