[Resensi Buku] Kinanti dan Teka-teki Hidupnya

Bagaimanapun, aku hanya gadis SMA. Selayaknya, saat ini aku sedang merasakan asmara.

Tapi, justru seakan semua awan mendung dikirim dalam masa kehidupan yang katanya penuh warna ini.

Persaingan menjadi ketua ekskul tari di sekolah menyeret statusku sebagai penari jathil keliling yang dianggap rendah. Rey, satu-satunya sahabatku, tiba-tiba menjauh. Dan seakan itu belum cukup, kakek mengusir Carl, guru baru yang menjadi idola di sekolah, hanya karena dia orang asing.

Tidak sekali aku berpikir bahwa tentu hidupku akan berbeda jika orang tuaku bersedia tetap di sisi.

Tampaknya, waktu tidak selalu menjadi obat mujarab bagi luka. Bahkan setelah jeda yang lama, beberapa hal dari masa lalu masih bergelayut. Termasuk pertanyaan kepada orang tuaku: “Kenapa kalian memilih pergi?”

Tapi, semakin dekat dengan tujuan, aku bimbang. Benarkah aku ingin tahu jawaban mereka?

♣♣♣

Judul: Interval

Penulis: Diasya Kurnia

Penerbit: PING

Cetakan pertama: 2016

Jumlah halaman: 176

ISBN: 978-602-391-059-5

♣♣♣

Namanya Kinanti. Kata Kakek, kedua orangtuanya sudah pergi. Pergi kemana, tidak ada informasi yang memuaskan. Kinanti hanya sering dilanda mimpi-mimpi asing yang membuatnya semakin penasaran.

Bukan hanya sebagai pelajar, Kinanti pun penari jathil keliling. Ia bersama Rey sahabatnya bergabung dalam grup Reog Singo Taruno Joyo.

Bagiku saat ini, menari jathil adalah berkah. Tanpa itu, aku tidak akan bisa melanjutkan ke SMA. Toh, pendapatan Kakek sebagai pembuat dan pedagang topeng tak menentu. Hal 15.

Dalam usia yang masih muda, Kinanti tak jarang mengalami perlakuan diskriminatif sebagai risiko dari profesinya. Status perempuan penggoda seperti lekat di dirinya, apalagi karena ia dituntut berdandan sedikit menor.

Kalau ada yang belum tahu penari jathil itu seperti apa, mungkin bisa baca novel ini supaya tahu gambarannya. Yang jelas, sebagian orang menempelkan stigma negatif terhadap para penari jathil. Nah, tapi Kinanti tidak melakukan apapun yang membuatnya patut dicurigai seperti itu. Ia hanya berniat membantu Kakek mencari uang demi menghidupi mereka berdua.

Melihat beberapa laki-laki menyelipkan uang agar bisa memegang bagian tubuh kami sungguh menjijikkan. Hal 16

Di balik itu, Kinanti masih ingin tahu siapa sebenarnya kedua orangtuanya. Pada bab-bab selanjutnya, selain berkutat dengan statusnya sebagai gadis SMA dengan berbagai konfliknya, Kinanti pun menyimpan keinginan untuk bertemu dengan ayah dan ibunya.

Hal itu baru terwujud beberapa tahun kemudian. Ia pun berangkat ke New York untuk mencari jejak-jejak orangtuanya. Untung ada Rey yang setia membantunya. Di New York, Kinanti akhirnya menemukan berbagai kenyataan yang tak disangka. Mengenai ibunya dan ayahnya. Akhirnya ia mengetahui sebab di balik seluruh teka-teki yang menyelubungi hidupnya selama ini.

Namun, bukan hanya itu. Kinanti pun mengalami beberapa hal yang di luar dugaan. Hal yang berhubungan dengan masa lalunya dan juga masa depannya. Kenyataan-kenyataan pahit yang tak ingin diterimanya. Namun, begitulah hidup. Sungguh di luar dugaan.

Penulis menceritakan kisah Kinanti dengan lancar. Kita akan senang membacanya. Kisah di dalamnya pun tak sederhana dan melulu soal cinta masa remaja. Ada pelajaran-pelajaran berharga yang bisa dipetik setelah membaca novel ini. Kita dibawa masuk ke dalam kehidupan Kinanti yang rumit dan tak seperti remaja kebanyakan lainnya.

Satu hal yang agak aneh menurut saya adalah ketika Rey akhirnya memutuskan untuk pergi. Okelah, ia telah jujur pada Kinanti. Mereka juga telah bersahabat demikian lama. Lalu, adegan melompat pada sebuah informasi bahwa Rey sudah tak ada lagi. Alasannya menurut saya kurang kuat atau kurang dalam. Atau: kurang dibahas. Bagaimanapun, keputusan seperti itu butuh penjelasan yang tak bisa ditawar (menurut si pelaku). Dan itu yang terasa hilang. Jadinya, saya agak kurang menyadari ketika adegan itu terjadi.

Selebihnya, novel ini  bagus kok. Bisa dibilang, klimaksnya beberapa kali dan ditutup oleh antiklimaks yang menenangkan.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s