[Thankfulness] #3 Untuk Kesehatan

Seberapa sering kita menyadari bahwa bangun pagi setiap hari dalam keadaan sehat adalah sebuah keajaiban?

Saya pernah mendengar pernyataan bahwa “tidur adalah kematian sementara”. Pada saat tidur, tubuh kita–selain melakukan tugas-tugas rutin untuk menunjang kehidupan–benar-benar tidak sadar. Ada musibah kebakaran misalnya, kita bisa saja mati tanpa menyadarinya. Bahkan, ada juga yang bisa mati saat sedang tidur karena penyakit jantung atau penyakit-penyakit lain yang datang mendadak. Tanpa sempat pamit, jiwa begitu saja meninggalkan tubuh.

Waktu masih kecil, salah satu kekhawatiran terbesar saya adalah menjadi sakit. Bukan hanya karena sakit itu nggak enak, tetapi juga karena itu berarti saya tidak bisa melakukan apapun yang saya inginkan dengan bebas. Pokoknya, saya takut menjadi sakit.

Kekhawatiran itu masih tersisa ketika beranjak dewasa. Beberapa kali saya mengalami gejala yang sebenarnya mungkin biasa-biasa saja tapi saya anggap luar biasa. Contoh, sakit kepala seharian. Saya segera mencari tahu penyebabnya di internet dan mulai merasa takut.

Saya juga pernah merasa ada penebalan kulit di daerah bibir dan merasa sangat takut sehingga buru-buru datang ke dokter praktik. Akibatnya, saya diberi salep seharga 70 ribu. Beberapa kali oles, penebalan itu hilang. Salepnya sisa banyak banget.

Sakit paling berat yang saya alami sepanjang hidup adalah ketika mengalami demam berdarah. Saat itu, saya langsung opname beberapa hari di rumah sakit plus istirahat di rumah hingga hampir 2 minggu. Rasanya nggak karuan. Namun, melalui sakit itu, saya juga bisa merasakan perhatian para sahabat.

Semakin bertambahnya usia, saya ingin semakin memprioritaskan kesehatan. Misalnya dengan mengonsumsi makanan sehat dan bergizi, minum air dalam jumlah yang cukup, istirahat yang cukup, dan sebagainya. Sayangnya, saya sering abai di waktu-waktu tertentu.

Saya bersyukur, di usia ini, saya sudah diberi kesehatan yang baik oleh Tuhan. Saya masih bisa bekerja dan melakukan kewajiban dengan baik. Meskipun kadang-kadang saya merasa kurang enak badan, semoga itu hanya sebagai sinyal dari tubuh supaya saya tidak menganggap remeh kesehatan.

Saya berdoa bagi mereka yang sedang didera penyakit supaya tetap sabar dan berusaha. Melalui keadaan kita masing-masing saat ini, semoga kita diberi kesempatan untuk merasakan kebaikan Tuhan dan pertolongan-Nya, dalam bentuk apapun.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s