[Thankfulness] #1 Untuk Suami dan Kamu

*Untuk merayakan ulang tahun yang ke-30, saya ingin mencatat 7 hal yang paling saya syukuri dalam hidup. Catatan ini sekaligus menjadi ucapan syukur atas pertolongan dan kebaikan Tuhan selama ini pada saya. Tentu masih banyak hal lainnya.

Seperti kebanyakan single, saya berkali-kali merenungkan tujuan hidup saya. Ada waktu-waktu yang terasa begitu panjang ketika saya terus-menerus berdoa mengenai pasangan hidup. Lalu, kemudian doa itu surut karena kesibukan kerja, mengejar target di proyek tertentu, dan sebagainya.

Namun, tetap saja, berkeluarga adalah impian masa depan yang terpampang di depan mata meskipun tak begitu jelas. Lha wong, pacar saja belum punya kok mikir mau nikah segala?

Pada suatu siang, 6 Januari 2014–saya masih ingat, itu adalah hari yang biasa-biasa saja–seseorang mengirimkan pesan pada saya. Saya tak begitu kenal orang ini. Tahu, tapi tidak kenal dekat. Intinya sih, kami mulai berkomunikasi. Semakin lama semakin intens. 

Gambaran perasaan saya selanjutnya terhadap  orang ini saya tuangkan dalam 9 Surat Cinta ini.

Kehadirannyalah yang kemudian menciptakan harapan. Bersamanya, saya merancang masa depan yang sebelumnya tampak kabur. Hingga pada 2 Juni 2015, kami menikah. Itu adalah salah satu hari yang membahagiakan dalam hidup saya. Akhirnya saya menikah… Setelah melewati fase “pertanyaan-pertanyaan klise” yang kadang bikin kuping jadi merah.

Apa yang terjadi tersebut ingin saya tampakkan sebagai pesan kepada setiap orang-yang-kepengen-banget-tahu-jalan-hidup-orang-lain bahwa segala sesuatu sudah ada yang mengatur–hidup, mati, menikah, dll. Seperti prinsip saya selama ini.

Lalu, sekitar bulan Oktober di tahun yang sama, kabar gembira selanjutnya tiba. Akhirnya kami memiliki “kamu”. Ya, kamu yang ada di dalam sana. Kamu yang kami tunggu-tunggu kehadirannya. Saya bersyukur, Tuhan akan mempercayakan seseorang dalam bimbingan kami melalui sebuah keluarga kecil. Sungguh sebuah tanggung jawab yang besar sebenarnya. Namun, tentu saja kami harus siap dengan hal itu. Meskipun banyak hal yang harus dilewati dalam masa-masa penantian ini, saya dan suami berharap bisa melakukan segala sesuatu dengan baik.

Terima kasih Tuhan untuk dua pribadi yang Kau tempatkan di hidup saya pada usia ini. Ajar saya menjaga dan mengasihi mereka dengan sungguh-sungguh.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s