[Resensi Buku] Petualangan di Avalon

Ekor naga berwarna kuning yang sangat besar, dengan sisik-sisik berdiri tajam, terus bergerak-gerak menghancurkan menara.. Dan bukan hanya naga yang muncul di balik reruntuhan itu..

Delapan anak istimewa dipanggil ke Avalon untuk belajar sihir. Cael dan Alexis yang cemerlang, Lori si gadis kecil yang cerewet, Mariska yang bisa meramal, Gabriel dan Brielle yang mirip lukisan hidup, Altan si cengeng, dan Robin si bocah jenius.

Sementara, sebuah rencana jahat tengah disusun rapi. Melibatkan seorang penyusup yang pandai menyamar, seorang tahanan di penjara Avalon, dan mimpi-mimpi buruk salah seorang murid baru.

♣♣♣

Judul: Wonderworks Prodigy

Penulis: Ginger Elyse Shelley

Tahun Terbit: 2015

Penerbit: PING!!!

Jumlah halaman: 216

ISBN: 978-602-0806-47-1

♣♣♣

Ini buku ketiga dari Ziggy Z. atau Ginger Elyse Shelley yang saya baca. Sebelumnya ada Meant To Be dan Dear Miss Tuddles. Tampaknya Z ini produktif menulis karena saya melihat masih ada beberapa buku lain yang belum saya baca.

Berkaca dari pengalaman membaca kedua bukunya, ada sebuah persamaan yang kentara, yaitu cara bercerita yang sungguh lancar. Misalnya dalam Dear Miss Tuddles. Selain itu, ia juga merangkai peristiwa dengan baik dan logikanya bisa dipahami. Karakternya pun kuat. Saya rasa Ziggy memang memiliki bakat menulis yang bisa dinikmati melalui karya-karyanya.

Namun, dalam cerita mengenai petualangan di Avalon ini, saya seperti sedang berhadapan dengan versi berbeda Harry Potter. Wonderworks Prodigy secara umum bercerita tentang sekolah sihir dan berbagai peristiwa yang melibatkan para penghuninya.

Ada juga tokoh Robin Locket yang masih sangat muda tetapi memiliki potensi sihir yang luar biasa.

Suara kecil itu berasal dari belakang. Gabriel menengok ke belakang sofanya dan menemukan anak lelaki kecil berambut coklat meringkuk di belakangnya. Matanya melebar kaget. Hal 20.

Locket pun telah terbiasa dengan sihir dan sedang bergumul dengan masalahnya sendiri ketika datang ke Avalon. Dalam cerita ini, para guru dan mentor mereka pun turut terlibat dalam penyelesaian masalah Locket.

Lalu ada Nadine Harper yang selalu membayangi mimpi Locket karena sebab tertentu.

“Aku berusaha menyelamatkan kakakku dari dalam dunia mimpi, berusaha menyingkirkan Nadine Harper. Setiap aku tidur, aku kembali ke dunia itu, tapi dunia itu sudah berubah.” Hal 105

Selebihnya, para peserta kursus sihir ini berkutat dengan bagaimana cara membuat tongkat, merapal mantra, duel sihir, dan sebagainya. Namun, pada ending cerita, ada “pertempuran” yang tidak diduga siapa penyebabnya.

Selain bercerita tentang dunia sihir dan berbagai pernak-perniknya, novel ini juga bercerita tentang persahabatan, kepedulian, dan ketekunan mempelajari hal-hal yang sebelumnya mereka tak tahu. Tidak ada konflik yang berarti antara sesama pelajar ataupun bentakan-bentakan tak penting dari senior. Justru, para senior inilah yang membantu anak-anak baru untuk beradaptasi dengan lingkungan baru mereka.

“Saya tidak ingin kejadian di pelatihan lalu terulang. Dan, ingat, kalian harus memperhatikan mereka dengan baik-baik. Sangat baik-baik. Kita kedatangan peserta-peserta yang sangat istimewa tahun ini.” Hal 16.

Ya, patut dicontoh dalam sistem pendidikan kita juga. 😀

Yang mungkin agak mengganggu saya adalah berkaitan dengan tema. Tema yang senada dengan HP membuat saya mengharapkan “lebih”. Namun, rupanya harapan saya tidak terkabul. Hal ini pula yang akhirnya menciptakan kebosanan di tengah-tengah bacaan, berbeda dengan karya-karya Z sebelumnya yang proses membacanya sangat saya nikmati.

Sementara itu, soal setting dan penokohan menurut saya cukup kuat dan mendukung keseluruhan penyampaian gagasan sang penulis.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s