[Resensi Buku] Demi Klub Cosplay

Randu, pemilik nilai tertinggi di angkatannya sejak kelas 1, adalah ahli menyontek.

Yara, seorang gadis yang terkenal sebagai troublemaker dan sering bermasalah dengan guru.

Ayesha, murid teladan sekaligus anak seorang guru yang mau mengikuti ekstrakurikuler cosplay, meski hanya sebagai anggota bayangan.

Ketiganya berjuang membentuk klub cosplay dengan segala suka dukanya dengan gaya anak SMA yang kadang.. bukan, tapi sering konyol.

“Analoginya begini, Harry Potter menang melawan Lord Voldemort. Apa kita bisa menang melawan Lord Voldemort?”

“Bisa tidak, sih, kamu memberi analogi yang lebih sesuai dengan keadaan?”

♣♣♣

Judul: Ketua Kedua

Penulis: Suci Salihati

Penerbit: PING!!!

Tahun terbit: 2015

ISBN: 978-602-296-011-9

Tebal: 188 halaman

♣♣♣

Biasanya, sebelum memutuskan untuk membaca sebuah buku, kita akan meneliti blurb-nya terlebih dahulu. Dengan demikian, kita memiliki sedikit gambaran mengenai kisah yang ada dalam buku tersebut. Membaca blurb di kaver belakang buku ini, saya membayangkan akan menemukan kisah persahabatan yang terbentuk oleh keadaan, karena klub cosplay.

Seperti cerita-cerita remaja lain, novel ini mengupas keseharian tokoh, baik di sekolah maupun di luar sekolah. Kisah dimulai saat Randu bertemu dengan Yara atau Tiara secara kebetulan. Mereka tidak saling kenal, meskipun tahu kalau bersekolah di tempat yang sama, bahkan satu tingkatan. Apalagi karena Randu dan Yara selalu berada di kutub berbeda. Randu, siswa paling pintar yang menyabet gelar juara satu. Sedangkan, Yara, terkenal sebagai murid bandel.

Si gadis yang dipanggil Tiara itu tidak menurunkan kecepatannya di koridor, bahkan di tangga. Geraknya lincah. Langkahnya cepat. Seakan ia biasa menjadikan daerah tersebut sebagai arena larinya. Memang iya, biasanya ia harus lari di area indoor sekolah karena dihukum. Namanya Tiara, panggilannya Yara. Minimal seminggu sekali, namanya diteriakkan guru seperti tadi. Hal 10.

Pertemuan mereka kemudian berlanjut. Tepatnya sih Yara memanfaatkan nama baik Randu untuk membuat sebuah ekstrakurikuler cosplay di sekolah. Yara tahu, jika ia yang mengajukan usul itu, tidak akan pernah disetujui oleh pihak sekolah. Dengan mengantongi rahasia Randu, yaitu kebiasaan menyonteknya, Yara berhasil mengancam Randu.

“Aku minta dua hal kalau kamu tidak mau rekaman ini aku kirimkan ke staf sekolah. Yang pertama, bantu aku menyontek. Yang kedua, bantu aku mendirikan ekstrakurikuler baru.” Hal. 17

Randu samasekali tidak tertarik dengan klub cosplay yang diminta Yara. Jangankan tertarik, tahu saja mungkin tidak dijamin. Sebaliknya, semangat Yara membangun klub cosplay di sekolahnya adalah karena seseorang yaitu Ayesha.

“Ayesha ini temanku yang tertarik dengan cosplay. Tapi, ada situasi yang membuatnya tidak mungkin ikut klub cosplay, kata orang-orang. Ayahnya juga.. tidak mungkin mengizinkan.” Hal 36.

Ayah Ayesha dalam cerita ini adalah seorang guru bernama Pak Arif yang juga menjadi wali kelas Randu. Pak Arif sangat protektif pada Ayesha dan tidak menyukai karakter Yara, padahal Ayesha dan Yara adalah sahabat gelap (beda tipis dengan kekasih gelap). Persahabatan mereka dilakukan diam-diam. Bahkan sepupu Ayesha sampai memastikan bahwa kedua cewek ini tidak bersahabat. Semua itu tidak lain karena rekam jejak Yara yang tidak menyenangkan.

Meskipun sederhana, konflik dalam novel ini cukup lengkap dan saling mengisi. Keberadaan Pak Arif pun memberi warna karena bapak guru ini memiliki hubungan yang berbeda dengan ketiga tokoh utamanya. Karakter para tokoh pun jelas dan membekas. Kita bisa melihat sosok Yara yang bandel, Ayesha yang pemalu, dan Randu yang cuek dan hal itu membuat cerita novel ini menarik.

Namun, hal lain yang cukup menggelitik adalah alasan utama mendirikan klub cosplay ini. Saya kira sih awalnya karena ayah Yara (yang disebut “melambai”), tetapi ternyata itu hanya satu bagian saja dan tidak ada kelanjutannya. Apakah penulis kehilangan motif awal? Saya tidak tahu. Justru di tengah-tengah, disebutkan bahwa alasan utamanya adalah karena Ayesha.

“Ayesha   ini temanku yang tertarik dengan cosplay. Tapi, ada situasi yang membuatnya tidak mungkin ikut klub cosplay, kata orang-orang. Ayahnya juga.. tidak mungkin mengizinkan.” Hal 36

Yaa.. mungkin ini yang disebut dengan kekuatan persahabatan. Persahabatan mampu membuat segalanya menjadi mungkin karena itulah yang berharga pada masa-masa muda. Bagaimana kelanjutan klub cosplay mereka selanjutnya dan siapa ketua kedua yang disebut-sebut akan menggantikan Randu? Bagaimana nasib Randu setelah ketahuan menyontek? Temukan jawabannya di novel ini yaaa…

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s