[Piknik] Pasar Kangen 2015

Haee.. apa kabar? πŸ˜€

*Kayak prolog surat aja*

Oke, saya mau share dikit tentang pengalaman mengunjungi Pasar Kangen yang tahun ini berlokasi di TBY (Taman Budaya Yogyakarta). Lokasinya sama sih dengan tahun kemarin. Jadi, yang pernah ke PK tahun kemarin pasti udah ngerti lah ya. Kalau yang belum tau TBY itu dimana? Emm, kamu dapat mencarinya di dekat Shopping Centre (yang jual buku-buku) atau Pasar Beringharjo. Kira-kira itulah tempat yang lumayan populer bagi wisatawan luar Jogja.

Pasar Kangen adalah sebuah even tahunan yang ingin memuaskan keinginan generasi masa kini terhadap hal-hal yang bersifat tradisional, khususnya kuliner. Di even ini, kita akan menjumpai beragam makanan khas Yogyakarta yang jarang dijumpai di resto-resto mewah. Kalau dulu sih (atau mungkin sekarang masih ada) kita bisa menemukan aneka kuliner ini di pasar tradisional dan dikonsumsi sehari-hari.

Saya dan mantan pacar tanpa rencana datang ke PK pada hari Selasa, 25 Agustus 2015. Ini tanpa rencana karena hanya ingin mengisi waktu luang saja. Kebetulan juga hari itu pembukaan PK. Pulang kerja, balik rumah, siap-siap, baru berangkat lagi ke TBY. Anehnya, mungkin karena udah kelaperan, kami memutuskan untuk makan dulu di rumah.

Helooo, kita ini mau ke even kuliner, kan? Iya kan?

Okelah, mungkin itu bedanya piknik anak muda dengan pasangan muda yang mikirnya kepanjangan alias tak mau ambil risiko. Pengalaman tahun lalu, udah habis berapa tapi masih belum kenyang juga. So, diputuskanlah untuk makan besar dulu di rumah dan mencari dessert di PK. Halah.

Kami tiba di TBY sekitar pukul 7. Hmm, udah rame banget situasinya. Orang-orang berdesakan mencari makanan yang disukainya. Stand makanannya pun lumayan full. Macem-macem isinya, mulai dari jajanan pasar, sate, soto, nasi angkringan, dsb. Kita tinggal nunjuk dan bayar deh.

Mungkin karena perut udah terisi, kami jadi bingung mau makan apa. Setelah muter sekali, saya pun memutuskan untuk membeli semacam bubur sumsum yang isinya singkong. Enak dan hangat. Sempat tumpah juga karena nabrak-nabrak (atau ditabrak) pengunjung lainnya.

Setelah itu, kita nyari tempat duduk. Di sana, memang tempat duduknya nggak terlalu banyak. Stand-stand makanan ada juga yang menyediakan tempat duduk sendiri untuk makan bagi pengunjung, ada yang menggelar tikar. Tapi, lebih banyak yang berjalan ke sana ke mari memburu makanan kesukaannya.

Untunglah, dua-duanya udah dapet kursi. Tapi, dia belum beli apa-apa. Masih bingung juga. Lalu, pertunjukkan dimulai. Kalau nggak salah, ada grup keroncong namanya OPM. Kepanjangan OPM? Lupaa.. hehehe. Kirain sih ini cuma grup keroncong biasa, ternyata campur guyonan juga. Jadi, mereka memadukan musik dengan bercanda alias komedi. Seruu. Lucu. Dia beberapa kali terbahak-bahak. πŸ™‚ πŸ™‚

Setelah selesai, kami pun memutuskan untuk pulang. Sebelum pulang, saya mencari teman yang kebetulan buka stand di sana. Jualannya batik tulis dari Purbalingga. Waw, sukses ya, Ce. Semoga banyak yang beli. Oh, ya, di sana juga banyak yang jualan macem-macem mulai dari produk kreatif sampai produk jadul nan unik.

Sekitar pukul 9, kami pun balik. Dan… dia masih belum membeli apa-apa….

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s