Day 94: [Challenge] Love Letter #7

Kita harus berhenti saling melukai..

Karena tekanan dan hal-hal lain, kadang-kadang emosi memuncak. Kita berubah menjadi musuh, meskipun setelahnya berdamai lagi. Dan selalu, saya menyesal karena pernah menyakitimu, baik dengan ucapan maupun tindakan. Mungkin buatmu itu tak apa-apa, karena sekali lagi, kamu itu sabar dan mudah memaafkan. Itu semakin menambah rasa bersalahku.

Yang kutahu, ketika kita bertengkar, kamu selalu berusaha untuk tak mengucapkan kata-kata kasar, tak bernada tinggi, dan tak melakukan tindakan yang merendahkan. Hanya, hal-hal yang tak sesuai denganku, “ketidakpekaanmu” -menurutku- itulah yang membuat aku sering ngambek. Dan mungkin aku bisa belajar untuk menerima semua itu. Toh, yang sempurna hanya Tuhan, manusia tentu jauh dari itu.

Dear kamu,

sebelum memulai sebuah bangunan yang baru, kita harus mempersiapkan banyak hal. Terutama kedewasaan berpikir. Untuk tak berlaku seperti “pemangsa” bagi yang lainnya. Kalau tidak, setiap hari pekerjaannya adalah bertengkar terus. Aku ingin membuang dari pikiranku kemungkinan untuk menganggapmu sebagai musuh. Dalam persoalan apapun, kamu bukanlah musuhku, sebaliknya juga begitu. Dengan pemikiran itu, aku ingin kita bisa saling mengasihi dan tak tega melukai.

Mungkin, teori hanyalah teori yang mudah diucapkan. Banyak orang yang sudah berumah tangga dan mengeluh tentang betapa sulitnya menciptakan keluarga yang harmonis. Tidak, jika pun betul, aku ingin menjadikannya dorongan positif untuk mempersiapkan diri sebaik-baiknya.

Terima kasih ya, untuk teladan mudah memaafkan itu. Kamu tak menyimpan dendam lama-lama dan selalu berlaku lembut, sekali pun sedang dalam kemarahan.

With love,

L

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s