Day 70: [Challenge] Love Letter #3

Dear kamu,

adalah saat-saat paling membahagiakan ketika kita punya banyak waktu untuk bersama. Sayangnya itu tak terjadi setiap hari. Kita harus menyelesaikan banyak pekerjaan. Dan muka-muka lesu pada sore menjelang malam hari itu, sangat cepat memicu rasa kesal dan bete. Terutama aku. Iya. Aku. Hehe.

Aku tak senang kalau hanya bertemu sebentar denganmu. Aku tahu, kamu juga begitu. Tapi kamu lebih pake logika, bukan perasaan seperti aku. Waktu-waktu yang hilang itu kamu gunakan untuk sesuatu yang sama pentingnya dengan aku: masa depan. Meskipun capek, kamu terus melaluinya; jalan yang sepi dan melelahkan itu. Tak ada yang tahu, betapa kamu telah mempersiapkan diri dengan sungguh-sungguh. Dan ketika aku pun terlalu egois untuk mendukungmu, ada sepercik kekecewaan dan keputusasaan dalam sinar matamu yang layu.

Kamu,

terima kasih sudah menjadi pria yang bersemangat untuk membangun masa depan, bukan berfoya-foya atau bermalas-malasan. Terima kasih karena tetap teguh meskipun badai menghadang *halah* Terima kasih karena dari sana aku bisa mendengar bahasa cintamu, melebihi kata-kata romantis yang seringkali aku tuntut dan kamu tak ahli melakukannya.

With love,

L

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s