Day 39: Yunani, di Gerbang Parthenon [Review Buku] – Perjalanan ke Masa Lalu

1419304706063Judul: YUNANI di Gerbang Parthenon

Penulis: Marianne Andre

Penerbit: PING!!!

Jumlah halaman: 403

Tahun terbit: 2014

Red, rasanya sangat sakit saat kamu pergi. Hingga sekarang, rasa sakit itu masih aku rasakan. Sama seperti Tante Ana, aku tidak ingin merasakan rasa sakit itu lagi. Karena itu, Red, di mana pun kamu berada, dengarkan aku. Bawalah Blue kembali pada kami. Aku akan menjaganya dengan lebih baik lagi, Red. Aku janji. Tapi, bawa Blue kembali pada kami. [Alex] Hal. 110

Rayuan maut Alex-lah yang akhirnya meluluhkan hati Blue sehingga mau diajak ke Athena. Bersama Emma dan Rama, mereka berempat berangkat ke tempat yang bersejarah dan menakjubkan itu. Di Athena, mereka tinggal di sebuah flat milik Theo di daerah Kolonaki. Theo adalah cowok Yunani berkulit putih, berambut pirang, dan bermata biru. Sebentar saya bayangin yaa.. 😀

Ditemani Theo sebagai guide lokal, mereka mengeksplorasi keindahan Yunani, mulai dari arsitektur bangunan yang bersejarah hingga makanan-makanan khas yang menggoyang lidah, termasuk baklava: hidangan renyah yang terbuat dari banyak lapisan kulit pastri dan cacahan kacang (kadang-kadang juga buah) serta siraman sirup.

Suatu hari, rombongan itu berkunjung ke Kuil Parthenon. Ini adalah kuil yang dibangun untuk menghormati Dewi Athena, dewi pelindung kota dan penduduk Athena. Saking asyiknya mereka menikmati keindahan tempat bersejarah itu, Blue tak memperhatikan langkahnya hingga.. ia jatuh di tangga Parthenon. Kepalanya membentur anak tangga dan ia tak sadarkan diri.

Ketika gadis itu bangun, ia melihat seorang wanita cantik di hadapannya. Wanita itu menggunakan bahasa asing dan memberinya minuman yang rasanya aneh; campuran air dan anggur. Tambah aneh lagi ketika Blue menyadari bahwa kaus lengan panjang dan celana khakinya serta sepatu nike berubah menjadi gaun biru muda semata kaki dan sandal kulit tipis. Apa yang terjadi?

Beberapa lama kemudian, Blue baru menyadari bahwa ia tersesat di masa lampau, ketika Socrates masih muda. Wahhh, rasanya gimana ya, mungkin putus asa, sedih berpisah dari keluarga, dan takut membayangkan apa yang akan terjadi. Untung saja Blue bertemu dengan Nyonya Ione, wanita terhormat dengan 3 anak laki-laki dan 1 anak perempuan. Dalam keluarga inilah Blue dibawa dan dianggap sebagai bagian baru yang disayangi.

Di sisi lain, Red, saudara kembar Blue yang sudah meninggal, memunculkan kembali dirinya. Melihat orangtua mereka sedih karena kehilangan Blue yang “tidur” berhari-hari tanpa jelas sakit apa, Red pun bertekad untuk mencari Blue kemana pun. Setelah bertemu, Red berusaha membuat Blue menyadari kehadirannya sehingga bisa membawa Blue pulang ke rumah.

Banyak sekali kejadian yang tak terduga dalam novel ini. Kita bisa melihat Blue yang putus asa dan Blue yang akhirnya menerima kehidupan barunya bersama keluarga Ione. Kita juga melihat perjuangan Red yang berusaha keras membuat Blue kembali “pulang”. Dan jangan lupa, ada Theo yang diam-diam ternyata naksir Blue.

***

Mau membaca sesuatu yang berbeda? Novel ini menawarkan itu. Kisah travelling Blue dan kawan-kawan di Yunani bukan hanya memanjakan imajinasi kita akan sejarah, tetapi membuat kita terbuai oleh kehidupan keluarga Ione. Karakter-karakter yang dibangun di dalamnya kuat dan memberi warna, seperti Arkhos, anak tertua Ione, yang cool dan dewasa. Begitu juga dengan Mesa yang terus terang dan polos.

Novel ini menyajikan 3 kehidupan yang berbeda. Kehidupan di dunia nyata, kehidupan setelah kematian, dan kehidupan di masa lampau. Komplit banget dah. Dan penulis membuatnya seolah-olah mereka semua hidup, hanya berbeda dunia. Hanyaaa.. hehe.

1419304750576Cuma, yang sebenarnya saya tunggu-tunggu adalah selipan bahasa Yunani di novel ini. Apalagi karena ada Theo, orang lokal yang sehari-hari pasti menggunakan bahasa itu. Bahkan, penggunaan bahasa Inggris juga hampir nggak ada. Mungkin sih ini pilihan penulisnya, supaya lebih mudah dimengerti.

Nah, pernah bermimpi mengunjungi Yunani? Baca dulu deh novel ini sebagai bekal, biar nanti di sana lebih menikmati keindahan bangunan-bangunan penuh sejarah itu.

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s