Day 35: Becoming A Good Listener (H80) – Merasa Lebih Baik?

Minggu ini saya menemukan hal baru. Setelah belajar untuk mendengarkan, saya menjadi peka (atau sensitif?) ketika orang lain tidak memberi giliran bagi saya untuk berbicara.

Ow, jangan-jangan saya kena sindrom “Saya Lebih Baik”

Karena saya sudah belajar banyak, merasa lebih tahu dan paham, dengan semena-mena saya langsung menilai orang lain tidak mau mendengarkan saya. Tiba-tiba saya sadar ketika ada bisikan yang meminta saya untuk nggak sombong atau merasa lebih baik. Standar yang saya tetapkan untuk diri sendiri, tidak seharusnya dikenakan pada orang lain. Karena: mereka tidak ada sangkut pautnya dengan itu, Mereka memiliki prioritas pembelajaran yang berbeda dengan saya.

Ya.. bisa jadi, dalam hal ini, mereka memang belum bisa mendengarkan sebaik saya, toh, itu bukan hak saya untuk menilai. Salah satu yang saya pelajari–dan menjadi bagian dari project ini–adalah belajar untuk memahami orang lain yang belum bisa mendengarkan saya dengan baik.

Hal ini tak semudah “menjadi pendengar yang baik”, karena kita bersifat pasif, menerima perlakuan orang lain. Ketika nggak didengarkan, rasanya nggak dihargai. Lalu, muncul perasaan tidak suka, dendam, atau bahkan benci. Semua itu adalah emosi yang merusak. Padahal, seharusnya tidak perlu ada.

Jadi, menjadi pendengar yang baik juga berarti tidak menuntut orang lain untuk mendengarkan kita seperti kita mendengarkan mereka.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s