Day 21: Jangan Ngeyel #InspirasiJumat

Hari ini kami belajar tentang “degil hati”. Oke, kata ini sangat jarang digunakan, you know. Tapi, ada lho di KBBI.

degil tidak mau menuruti nasihat orang; keras kepala; kepala batu

Namun, supaya lebih merakyat, kami sederhanakan kata degil menjadi ngeyel. Intinya sih sama aja, yaitu nggak mau mendengar perkataan atau nasihat orang lain.

Kami berdiskusi mengenai beberapa hal antara lain:

  • Apa yang selalu kamu lakukan (ulangi) meskipun tahu itu salah?
  • Mengapa kamu terus mengulangi hal yang salah itu?
  • Bagaimana caramu untuk tidak mengulangi hal yang salah itu?

Di sini, kami nggak ingin menghakimi satu sama lain. Semua orang pasti memiliki kelemahan di masing-masing bagian. Mungkin seseorang di kemampuan mengendalikan diri, yang lain di kemampuan mengerjakan pekerjaan tanpa menunda-nunda. Jadi, ya, tanpa menunjukkan persaingan mengenai siapa yang lebih baik, kami mencoba belajar bagaimana supaya kedegilan alias kengeyelan kami berkurang sedikit.

Salah seorang teman memberi masukan yang sangat berarti. Kira-kira begini: manusia membutuhkan panca indera untuk merasakan pengalaman dalam hidup. Kalau cuma mendengar saja, mungkin kurang percaya. Tapi, jika seluruh panca inderanya sudah merasakan, barulah ia tahu bahwa hal itu tidak perlu diulangi lagi.

Yap, pengalaman membuat kita tambah bijak. Namun, sebelum mengalami hal-hal yang merugikan diri sendiri, alangkah baiknya jika mulai belajar untuk nggak ngeyel dan mau mendengar.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s