Day 9: Selamat Ulang Tahun, Bangsaku.

Ini bulan Agustus. Ya, 69 tahun yang lalu, bangsa Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya. Betapa heroiknya para pahlawan zaman itu. Mereka nggak takut kena peluru, siap mati untuk membela bangsa dan tanah airnya.

Kalau dipikir-pikir, pada masa sekarang ini, mati untuk tanah air itu rasanya gimana ya.. nggak pernah terbayangkan. Boro-boro mengorbankan nyawa untuk kedaulatan NKRI, nyumbang tenaga untuk bersih-bersih tingkat RT aja mungkin ada yang masih ogah.

Suatu sore, warga kampung tempat saya tinggal mengadakan acara bersih-bersih. Rumput-rumput dicabut, sampah dibersihkan, marka jalan dicat lagi, bendera-bendera dipasang. Pokoknya, situasi menjadi lebih meriah dengan kehadiran umbul-umbul warna-warni itu. Enak dilihat.

Tapi..

Kok nggak semua mengibarkan bendera merah putih? Bukaaann. Maksudnya bukan, “Ada yang mengibarkan bendera lain, loh?!” Maksudnya, ada rumah yang belum memasang tiang beserta benderanya. Salah satunya rumah tempat saya tinggal. Mengapa?

Jadi, ceritanya, yang punya rumah lagi pergi selama beberapa hari. Alhasil, semua yang berkaitan dengan kegiatan kampung, nggak ada yang urus. Berhubung tahun lalu saya sudah tinggal di rumah itu dan tahu dimana letak tiang benderanya, saya pun berniat untuk menaruhnya di luar.

Tapi, tunggu.. kok benderanya kotor gitu? Iyalah, sejak setahun lalu masih terpasang di tiangnya. Nggak pernah dicuci. Hihi. Penuh debu dan sawang. Dengan inisiatif tingkat tinggi, saya pun mencucinya. Sempat khawatir juga kalau warna merahnya luntur. Halah.

Akhirnyaaa.. pagi ini cucian sudah kering, siap dikibarkan sebelum berangkat kerja.

Seorang teman kebetulan lihat, lalu  bertanya:

“Mau dipasang, mbak?”

“Iya.. “

“Punya siapa?”

“Punya rumah sini..” (Kebetulan tahun lalu dia belum di situ)

“Ohh.. Perlu dibantu?”

“Nggak kok. Udah ada tempatnya. Tinggal ditancepin.”

Dan dia pun berlalu. Hihihi. Sebenarnya, saya juga heran dengan diri sendiri. Padahal, keadaan tubuh lagi kurang sehat, masih sempat ngurus tiang bendera. Bukan pengen terlihat nasionalis, sih. Hanya saja, cuma ini yang bisa saya lakukan sebagai warga negara yang baik. Tentu nggak ada yang marah kalau saya diam saja. Bukan rumah sendiri juga. Tapi, ada semacam kewajiban yang mendesak hati nurani (jiah!) Perjuangan kecil itu tertebus dengan sedikit rasa bahagia dan haru ketika melihat tiang yang diikat kain merah putih itu berdiri tegak di depan rumah.

Selamat ulang tahun, bangsaku. Damai selalu negeriku Indonesia.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s