Where The Trail Ends, 2012

Secara singkat, ini adalah dokumenter tentang para free biker. Mereka mencari jalur yang susah dan menantang. Mulanya, mereka berasal dari Virgin, Utah, dimana landscape daerah itu sangat cocok dijadikan tempat bersepeda untuk profesional.

Lalu mereka mencoba jalur lain yang berbeda. Salah satunya ke puncak tertinggi di dunia, Nepal. Sekumpulan anak muda ini berusaha mencari sensasi yang lain.

Dokumenter ini benar-benar digarap serius. Kualitas gambar dan angle pengambilan juga oke dan beragam. Kayaknya kalau mau buat iklan yang sesuai, bisa tuh ambil dari sana. Apa udah? Ohya, dan soundtracknya keren. Benar-benar bikin hidup. Pas.

Catatan lain, dokumenter ini bukan sekadar coba-coba berjalan ke sana kemari tapi saya melihatnya, mereka sedang menjalani hidup. They have freedom. Mereka tidak membiarkan pengalaman rasa sakit membelenggu aktivitas mereka.

Kalau ada film yang saya tonton ulang sesaat setelah selesai, ini salah satunya. Nice work.

Sore Tadi

image

#Langit sore tadi. Cerah banget. Hari ini cerah banget. Nyaman rasanya. Apakah besok akan secerah ini?

Hari ini pusing rasanya kebanyakan liat layar. Rasanya pengen istirahat di tempat yang hijau dan segar. Tapi tanggal segini itu ga mungkin…

Mari menikmati.

Tentang Raffi

Saya jarang nonton televisi apalagi berita gosip. Pertama kali tahu soal Raffi Ahmad yang diduga terlibat narkoba adalah di timeline fb saya. Hari ini, saya juga membaca sekilas di situs berita. Tidak ketinggalan, teman kantor juga ikut membahas hehe.

Sejauh ini, belum ada keputusan dari aparat berwenang mengenai status Raffi. Orang-orang yang dekat dan kenal padanya (juga beberapa artis lainnya), merasa tidak percaya. Berita terbaru, ditemukan dua linting ganja dan kapsul obat dalam botol. Dari komentar orang-orang di situs berita tersebut, kentara sekali banyak yang “bersyukur”. Setelah perpisahannya dengan Yuni Shara, Raffi cenderung dipandang negatif oleh publik. Entah kenapa juga..

Saya sih, nggak kenal-kenal amat dengan Raffi ini. Saya jarang nonton sinetron, jadi nggak tahu sebenarnya apa pengaruh Raffi ke publik (dari sisi potensinya) sehingga setiap berita yang terkait dirinya mampu memancing rasa penasaran banyak orang. Tetapi terlepas siapa dia, benar atau tidaknya dugaan tersebut, sebelum putusan dijatuhkan, ada baiknya publik tetap mempertimbangkan praduga tak bersalah. Artinya, semua orang memiliki sisi baiknya masing-masing. Bukan karena dia artis, putus dengan Yuni Shara, lantas wajar dilabeli negatif.

Bahasan lain yang mengaitkan aparat yang berwenang dengan tuduhan tidak berdasar seperti kasus suap, adalah perspektif baru. Mungkin juga, tetapi sekali lagi, sebelum bukti tidak ada, tidak bijak rasanya bila langsung menuduh. Bagaimanapun, tanpa keputusan pengadilan, atau hukuman di balik penjara, semua orang bermata jernih bisa melihat mana yang baik dan yang tidak.

Looper, 2012

Ini adalah salah satu film yg berkisah tentang masa depan. Diceritakan, puluhan tahun ke depan, mesin waktu benar2 ada dan hanya digunakan oleh orang2 tertentu di masa itu untuk membereskan kejahatan.

Looper adalah profesi pembunuh bayaran yang bertugas membunuh seseorang yang dikirim dari masa depan. Joe adalah salah seorang looper yang akhirnya ditugasi untuk menutup loop-nya alias membunuh dirinya sendiri setelah menjalani 30 tahun. Namun ia membiarkan targetnya kabur. Hal inilah yang memicu konflik.

Film ini juga mengangkat isu penting yaitu bagaimana kejahatan terus berulang. Orang-orang membunuh dan menyakiti sesamanya karena dendam dan keegoisan masing-masing. Dendam terbentuk secara tidak sengaja oleh luka yang ditorehkan orang lain sebelumnya. Generasi polos tumbuh menjadi orang yang mengacaukan lingkungannya.

Mungkin waktunya untuk berkaca dan memperbaiki lingkaran yang sudah terjadi sekian lama. Harus ada yang memulai seperti yang dilakukan Joe yaitu mengubah keadaan. Joe melakukannya dengan membunuh dirinya sendiri sehingga Joe tua tidak perlu menciptakan kekacauan yang baru.

Di film ini, selain akting Bruce Willis dan Joseph Gordon Levitt, anak kecil yang memerankan Sid juga patut mendapat acungan jempol.

Minggu Pagi untuk Revo

image

Pagi ini, saya mencarikan tempat mandi untuk Revo. Beberapa waktu belakangan, saya tdk sempat ke tempat biasa yg ternyata hari Minggu tutup.

Tempat ini terletak di jalan Selokan Mataram, yg dua jembatannya baru dibangun. Bagus2 deh. Btw, saya dulu sempat lho menyaksikan jembatan itu dlm proses sedang membangun. Kan biasanya dilarang lewat. Nah kebetulan seorg tmn rumahnya dekat sana. Jadilah saya diajak ngopi2 sambil melihat kesibukan mesin2 berat itu. Haha.

Kembali di sini. Semoga hasil dari mandi ini membuat Revo lebih segar :d Saya liat tuh, rantainya agak berkarat gara2 kena air hujan. Hiks. Besok2 diajak ke bengkel juga deh.

Sekian dulu. Musiknya lumayan nih di sini. Shaggy Dog. Secara yg kerja anak2 muda gitu. Thanks God bukan salah satu dari band2 itu. Xixi.

Forever 27 Club

Kata mereka, umur 27 itu memiliki misteri tersendiri. Banyak orang besar dan berbakat mencapai puncak popularitasnya di saat itu. Banyak juga yang kemudian mengakhiri hidupnya. Mungkin, usia sebanyak itu bagi sebagian orang cukup untuk memaksimalkan potensinya, sekaligus sebagai titik balik dimana setelahnya kekuatan fisik semakin menurun sehingga menimbulkan tekanan mental. Haha, entahlah. Ini sih cuma hipotesis dalam rangka sedang ga ada kerjaan (ralat: ada, tapi sedang tidak ingin mengerjakan).

Dari hasil searching sekilas, inilah beberapa nama yang meninggal di umur 27:

  1. Jimi Hendrix (musisi)
  2. Janis Joplin (musisi)
  3. Jim Morrison (musisi dan sineas)
  4. Kurt Cobain (musisi)
  5. Soe Hok Gie, satu hari kurang 27 tahun

Selain itu, Juli tahun 2012, seorang penyanyi dari Inggris, Amy Winehouse juga mengakhiri hidupnya di usia 27 tahun, saat karyanya sangat banyak dipuja orang. Saking fenomenalnya, peristiwa kematian orang-orang terkenal ini dilabeli Forever 27 Club.

Apakah angka 27 memang memiliki misteri tersendiri atau tidak? Siapa yang tahu.

#me before 27 (yahh, ketauan deh umurnya) 😀